Peluang Timnas Indonesia Bermain di Piala Dunia Makin Besar. Ini Sebabnya

Posted on

“Kita juga tak punya identitas bermain, seperti apa sih identitas permainan Indonesia? Kita tak bisa meniru identitas negara lain. Profil pemain Indonesia dan negara-negara Eropa atau negara lain berbeda,” kata Indra.
‘Kekurangan pelatih bersertifikat’

Hal lain yang menjadi perhatian Indra adalah jumlah pelatih bersertifikat di Indonesia yang hanya sekitar 3.000 orang saja, sementara di Jepang jumlahnya mencapai tak kurang dari 60.000.

Soal modal pemain, Indra mengatakan Indonesia adalah ‘gudangnya pemain potensial, ada banyak pemain hebat tapi Indonesia tak mau menjadi hebat’.

“Ada potensi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana mengelola potensi ini?” kata Indra. “Kalau tak dikelola atau dibina dengan baik, maka potensi tak akan berkembang secara maksimal,” katanya.

Keputusan menambah peserta putaran final Piala Dunia mulai penyelenggaraan 2026 diputuskan dalam pertemuan FIFA di Zurich, Swiss, hari Selasa (10/01).

Para peserta nantinya akan dibagi dalam 16 grup, masing-masing beranggotakan 3 tim, dengan waktu penyelenggaraan 32 hari.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sejak awal mendukung usul ini menjelaskan bahwa perubahan tersebut dimaksudkan untuk membuat Piala Dunia ‘lebih inklusif’.

Sebelumnya, di konferensi sepak bola di Dubai bulan Desember, Infantino mengatakan penambahan jumlah peserta Piala Dunia akan berdampak positif terhadap ‘pengembangan sepak bola di seluruh dunia’.

Perhitungan FIFA menunjukkan, dengan menambah jumlah peserta menjadi 48 tim, penerimaan turnamen akan naik menjadi £5,29 miliar (sekitar Rp85,3 triliun) dengan potensi nilai keuntungan bersih sekitar £521 juta (Rp8,4 triliun ).

Sumber : http://www.bbc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *